TERA SENI • PADEPOKAN COWONG SEWU PANGEBATAN
Potret Mbah Titut Edi Purwanto
Mbah Titut
✦ Sang Pamong Tradisi ✦

Titut Edi Purwanto

"Petani, Seniman Tradisi Kontemporer, Penggagas Daya Ganggu"

Titut Edi Purwanto adalah budayawan dan petani asal Banyumas yang mendedikasikan hidupnya merawat tradisi rakyat. Lewat Padepokan Seni Cowong Sewu, ia mentransformasikan ritual kuno menjadi panggung refleksi ekologis dan kemanusiaan.

✦ PIGURA DOKUMENTASI VISUAL & PERTUNJUKAN ✦
Mbah Titut Edi Purwanto
Mbah Titut Edi Purwanto
1 / 7
Potret Mbah Titut Edi Purwanto

MBAH TITUT EDI PURWANTO

Penjaga Akar Tradisi • Maestro Cowong Sewu

LEMBAR SOSOK BUDAYAPRIBADI

Mbah Titut

Kelahiran18 September 1965
Tumpah DarahBanyumas, Jawa Tengah
Pusat AktivitasDesa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas
Sanggar KebudayaanPadepokan Seni Cowong Sewu
Pencapaian Budaya🏆
Anugerah Gatra Budaya Banyumas (2015)

Penghargaan tertinggi dari Dewan Kesenian dan Pemkab Banyumas atas dedikasi seumur hidup merevitalisasi kesenian Cowongan dan seni rakyat pedesaan.

Perjalanan Hayat & Laku Seni

Petani yang Menenun Doa di Atas Panggung

Lahir pada 18 September 1965 di tanah Banyumas, Titut Edi Purwanto menempuh jalan kesenian yang membumi dan tidak berjarak dari kehidupan kaum tani. Sehari-hari ia mencangkul sawah, merawat tanah, dan dari lumpur pedesaan itulah lahir karya seni yang menyengat kesadaran publik.

Bagi sebagian orang, gayanya kerap dinilai nyeleneh dan eksentrik. Namun di balik kebebasan ekspresinya, Titut memiliki kepedulian mendalam pada pelestarian tradisi Banyumasan yang terancam punah oleh arus modernitas. Pada tahun 2006, ia mendirikan Padepokan Seni Cowong Sewu di Desa Pangebatan, Karanglewas, sebagai ruang terbuka bagi siapa saja untuk belajar dan berkesenian.

Titut menolak mengurung seni di ruang galeri yang mewah dan steril. Baginya, seni adalah peristiwa sosial yang harus bergetar di kebun pisang, di pelataran tanah liat desa, hingga di pemakaman, tempat manusia diingatkan kembali pada asal mula dan akhir perjalanannya.

"Menjadi petani mengajarkan saya cara mendengarkan tanah. Seni yang lahir dari sawah dan kebun bukanlah seni pesanan borjuis, melainkan ratapan sekaligus kidung syukur kaum jelata."

Titut Edi PurwantoSAKSI TANAH
✦ Retrospeksi Kesenian ✦

Empat Pilar Eksplorasi Seni & Budaya

Karya-karya panggung, seni rupa liar, dan ritual rakyat yang lahir dari pergulatan batin Mbah Titut bersama tanah Banyumas.

LAKU IPerforming ArtPADEPOKAN

Kesenian Cowong Sewu

Ritual Pemanggil Hujan Jadi Seni Teater Ekologis

Transformasi ritual kuno Cowongan dari kesan mistis menjadi pementasan teatrikal yang mengangkat jeritan bumi, krisis kekeringan, dan permohonan berkah hujan kepada Sang Maha Pencipta.

Karakter Medium & Laku:Menggunakan siwur (gayung air dari batok kelapa) yang dirias layaknya boneka sakral dengan sabut kelapa dan kain perca. Ditampilkan secara khusyuk berpadu musik perkusi bambu dan tembang lirih tembang Banyumasan.
LAKU IISeni Rupa & KriyaPADEPOKAN

Wayang Cumplung

Kreativitas dari Limbah Tempurung Kelapa

Inovasi wayang rakyat yang dibuat dari batok kelapa tua (cumplung). Menyajikan cerita rakyat Banyumas yang jenaka, kritis, dan sarat nasihat budi pekerti.

Karakter Medium & Laku:Berbeda dengan wayang kulit keraton yang formal, Wayang Cumplung mengedepankan watak lugas, cablaka (kejujuran khas Banyumas), serta kedekatan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
LAKU IIIAction PaintingPADEPOKAN

Seni Rupa Kebun & Kuburan

Pameran Liar di Ruang Rakyat

Aksi melukis ekspresif dan pameran kanvas di kebun pisang serta area pemakaman umum untuk meruntuhkan sekat eksklusif seni rupa komersial.

Karakter Medium & Laku:Pohon pisang dijadikan penyangga kanvas, angin desa menjadi pengering cat, dan warga yang melintas menjadi penikmat utama. Sebuah kritik tajam terhadap komodifikasi seni rupa modern.
LAKU IVFestival Tahunan RakyatPADEPOKAN

Jerami Fest Pangebatan

Agenda Tahunan Kebanggaan Desa Pangebatan

Festival agraris tahunan yang digagas Mbah Titut bersama seluruh warga Desa Pangebatan. Menyulap limbah jerami pasca panen menjadi karya instalasi raksasa, lomba orang-orangan sawah (wong-wongan), kirab gunungan hasil bumi, dan panggung teater rakyat.

Karakter Medium & Laku:Telah terselenggara bertahun-tahun sebagai agenda tahunan ikonik di Banyumas yang menggerakkan ekonomi UMKM desa serta menumbuhkan cinta generasi muda pada dunia pertanian.
Musik Tradisi KontemporerPADEPOKAN

Eksplorasi Musik Bambu

Bunyi Gemerisik dari Rimbun Pring Sedapur

Komposisi bunyi yang bersumber dari bambu wulung dan bambu tali, menghasilkan ritme ganjil yang mengalun dinamis mengiringi gerak tubuh pertunjukan.

Karakter Medium & Laku:Paduan calung, kentongan, dan suling bambu diracik dengan olah vokal spontan yang membumi, membangkitkan suasana purba sekaligus segar.
✦ Ruang Pamer & Dokumentasi ✦

ARSIP VISUAL & SINEMA PANGGUNG

Menyimak rekaman visual laku seni Mbah Titut: dari mahakarya limbah Jerami Fest di persawahan Pangebatan, kidung sakral Cowongan siwur kelapa, hingga orasi kebudayaan tanah air.

Ki Titut Menggelorakan Jerami Fest 4
Jerami FestARSIP #1
📍 Lapangan Budaya Desa Pangebatan

Ki Titut Menggelorakan Jerami Fest 4

Ki Titut Edi Purwanto berdiri di garis depan dengan mikrofon dan jubah hitam khasnya, memimpin pembukaan festival jerami di hadapan ribuan warga dan instalasi orang-orangan jerami raksasa.

Dokumentasi Serayu News / Edukator (Oktober 2025)
Mbah Titut di Panggung Utama Jerami Fest
Jerami FestARSIP #2
📍 Panggung Utama Lapangan Pangebatan

Mbah Titut di Panggung Utama Jerami Fest

Mbah Titut mengenakan jubah putih bercorak lukisan tangan khasnya, berdiri di panggung kehormatan menyambut Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pada pembukaan resmi Jerami Fest 4.

Dokumentasi Foto Media Nasional / Serayu News
Aksi Magis Mbah Titut di Pekan Kebudayaan Nasional
Ritual CowonganARSIP #3
📍 Pekan Kebudayaan Nasional, Jakarta

Aksi Magis Mbah Titut di Pekan Kebudayaan Nasional

Sosok Mbah Titut beraksi tanpa alas kaki dengan jubah berlumur cat, membawakan gerak teatrikal ritual Cowongan Banyumasan di hadapan publik kebudayaan nasional.

Dokumentasi Foto Kemendikbudristek / Serayu News
Laku Seni: Nini Cowong dalam Kanvas
Ritual CowonganARSIP #4
📍 Lapangan Budaya Desa Pangebatan

Laku Seni: Nini Cowong dalam Kanvas

Mbah Titut berlutut di tengah lapangan sambil memanggul kanvas raksasa hasil goresan cat ekspresionis karyanya, dalam pertunjukan seni rupa dan doa Cowongan.

Dokumentasi Suara Merdeka / Padepokan Cowong Sewu
Potret Kharismatik Sang Pamong Cowongan
Potret SenimanARSIP #5
📍 Padepokan Seni Cowong Sewu, Pangebatan

Potret Kharismatik Sang Pamong Cowongan

Raut keteduhan dan keteguhan seniman nyentrik penerima Anugerah Gatra Budaya Banyumas yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kelestarian tradisi dan kaum tani pedesaan.

Dokumentasi Portofolio Budaya Banyumas
Mbah Titut Membawakan Tutur Adat Begalan
Tradisi RakyatARSIP #6
📍 Banyumas, Jawa Tengah

Mbah Titut Membawakan Tutur Adat Begalan

Mbah Titut mengenakan busana beskap lengkap dengan blangkon Banyumasan, membawa ubarampe peralatan dapur sambil melantunkan petuah filosofis hidup bermasyarakat.

Dokumentasi Suara Merdeka Banyumas
Sosok Mbah Titut: Seniman Tani nan Bersahaja
Potret SenimanARSIP #7
📍 Desa Pangebatan, Karanglewas

Sosok Mbah Titut: Seniman Tani nan Bersahaja

Potret hangat Mbah Titut bertopi koboi dan berkemeja lurik tradisional dengan acungan jempol, mencerminkan kepribadiannya yang ramah, merakyat, dan humoris.

Dokumentasi Padepokan Seni Cowong Sewu
✦ Prinsip & Laku Jiwa ✦

MANIFESTO "DAYA GANGGU"

MAKALAH BERKESENIAN

"Kesenian tidak boleh sekadar menjadi pemanis yang meninabobokan. Seni sejati harus memiliki daya ganggu: mengusik rasa nyaman, memantik kesadaran nurani, dan mengajak manusia berdialog dengan tanah airnya."

Konsep Daya Ganggu bukanlah provokasi tanpa arah, melainkan sentakan estetis agar manusia tidak terlena dalam keserakahan dan lupa pada akar tradisi serta kelestarian alam sekitarnya.

Prinsip Laku Seni Mbah Titut:

Kemandirian petani: merawat benih, tanah, dan air sebagai sumber kehidupan bersama.
Tradisi yang bernapas: kebudayaan bukan fosil museum, melainkan laku hidup yang terus berdialog dengan zaman.
Keberanian berekspresi: jujur menyuarakan kegelisahan rakyat tanpa terikat aturan pasar borjuis.
Spiritualitas ekologis: kesenian sebagai doa syukur dan permohonan rahmat bagi kelangsungan semesta.
RUMAH BUDAYA SEJAK 2006

Padepokan Seni Cowong Sewu

Didirikan di Desa Pangebatan, Karanglewas, Banyumas sebagai tempat berhimpun warga desa, seniman, mahasiswa, dan kaum tani untuk melatih kepekaan rasa.

RUANG 01

Sanggar Anak & Remaja

Ruang terbuka bagi anak-anak desa mempelajari kesenian calung, olah gerak Cowongan, serta kerajinan batok kelapa tanpa pungutan biaya.

RUANG 02

Laboratorium Teater Tradisi

Tempat riset penciptaan naskah pementasan, eksplorasi bunyi bambu wulung, dan uji coba kostum jerami ramah lingkungan.

RUANG 03

Pelataran Panggung Terbuka

Pelataran tanah liat dinaungi pepohonan rindang untuk pementasan berkala malam bulan purnama dan sarasehan kebudayaan.

✦ PENGAKUAN NEGARA & MIMBAR ILMIAH ✦

PENGHARGAAN, HAKI & JEJAK AKADEMIK

Laku seni Ki Titut Edi Purwanto tidak hanya berakar di pematang sawah dan panggung rakyat, tetapi diakui secara resmi oleh negara lewat Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Komunal (KIK Kemenkumham RI) serta menjadi rujukan ilmu pengetahuan di berbagai perguruan tinggi.

Sertifikat HAKI & Anugerah Kebudayaan

LEGALITAS & PRESTASI
2023Legitimasi HAKI Kemenkumham RI

Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) - Seni Cowongan Banyumas

DJKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Tradisi ritual Cowongan Banyumas resmi dicatat dan dilindungi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Ekspresi Budaya Tradisional oleh DJKI Kemenkumham RI. Nama Ki Titut Edi Purwanto tercatat resmi sebagai Maestro Penggerak dan Pelestari utama dalam basis data inventarisasi kebudayaan nasional.

Kategori: HAKI & KIK#1
2023Legitimasi HAKI Kemenkumham RI

Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) - Seni Tutur Begalan

DJKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Perlindungan hukum resmi dari negara atas tradisi Begalan Banyumas sebagai warisan budaya takbenda leluhur, menempatkan Ki Titut Edi Purwanto sebagai salah satu pamong Begalan aktif yang konsisten merawat pakem dan falsafah hidup bermasyarakat.

Kategori: HAKI & KIK#2
2021Hak Cipta Seni & Dokumenter

Pencatatan Hak Cipta Karya Seni Pertunjukan Tari Kanvas & Wayang Cumplung

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI)

Pencatatan hak cipta resmi atas karya seni teatrikal Tari Nini Cowong dalam Kanvas serta kreasi wayang inovatif Wayang Cumplung berbahan tempurung kelapa sebagai media pendidikan budi pekerti dan kritik sosial.

Kategori: HAKI & KIK#3
2023Mandat Panggung Nasional

Duta Seni Budaya Jawa Tengah di Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)

Kemendikbudristek Republik Indonesia

Mandat kehormatan mewakili seniman Provinsi Jawa Tengah dalam helatan akbar Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta, membawakan pementasan teater tradisi Cowongan di panggung kebudayaan nusantara.

Kategori: Kehormatan Nasional#4
2015Anugerah Kehormatan Tertinggi Daerah

Anugerah Gatra Budaya Banyumas

Pemerintah Kabupaten Banyumas & Dewan Kesenian Banyumas (DKB)

Penghargaan kehormatan tertinggi atas dedikasi seumur hidup menjaga, merevitalisasi, dan memperjuangkan seni tradisi Banyumasan hingga bergaung luas di ranah nasional.

Kategori: Anugerah Budaya#5

Mimbar Akademik: Narasumber & Pembicara Perguruan Tinggi

KAMPUS & RISET
2025

Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Fakultas Ilmu Budaya (FIB)Purwokerto, Jawa Tengah

Narasumber Utama

Materi / Fokus Kajian:

"Kesenian Wayang Cumplung sebagai Sarana Edukasi Karakter di Era Digital"

Membedah filosofi wayang berbahan batok kelapa (cumplung) sebagai media pendidikan budi pekerti, kejujuran cablaka, dan kritik sosial yang relevan bagi generasi muda di tengah transformasi teknologi informasi.

2024

UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu)

Fakultas Dakwah & Lembaga Kajian BudayaPurwokerto, Jawa Tengah

Pemateri Seminar

Materi / Fokus Kajian:

"Kearifan Budaya Panginyongan dan Spiritualitas Agraris dalam Merawat Semesta"

Menguraikan dialektika antara nilai spiritualitas tradisi lokal dengan penghormatan terhadap alam dan kaum tani, membuktikan bahwa ritual rakyat adalah doa ekologis yang memuliakan bumi.

2023 - 2024

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

FKIP Pendidikan Sejarah & Forum Budaya KampusPurwokerto, Jawa Tengah

Dosen Tamu Budayawan

Materi / Fokus Kajian:

"Sarasehan Budaya Rakyat & Penelusuran Sejarah Hidup Seniman Banyumas"

Narasumber berkala forum sarasehan kebudayaan kampus, serta menjadi subjek penelitian skripsi biografi ilmiah berjudul 'Biografi Titut Edi Purwanto: Seniman dari Banyumas (1965-2016)' di FKIP UMP.

2022 - Sekarang

Universitas Gadjah Mada (UGM) & ISI

Program Studi Antropologi Budaya & Seni PertunjukanPadepokan Cowong Sewu & Kampus Mitra

Narasumber Riset Etnografi

Materi / Fokus Kajian:

"Etnografi Transformasi Ritual Cowongan Menjadi Seni Teater Pertunjukan"

Menjadi rujukan utama dan narasumber lapangan bagi skripsi, tesis magister, dan artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang meneliti seni pertunjukan rakyat Banyumas.

"Bagi Mbah Titut, pencatatan HAKI dan kehadiran di mimbar kampus bukan sekadar seremoni formal, melainkan ikhtiar kebudayaan agar kearifan leluhur tidak punah, tidak diklaim sepihak, dan tetap bernapas di benak generasi terpelajar bangsa."

❖ Sinergi Tradisi Desa & Ilmu Pengetahuan ❖
GERAKAN AGRARIS DESA

JERAMI FEST PANGEBATAN

Digagas langsung oleh Mbah Titut Edi Purwanto bersama pemuda dan warga Desa Pangebatan, Karanglewas. Telah berjalan bertahun-tahun sebagai agenda tahunan yang menyatukan seni tradisi, ruwat bumi, dan kedaulatan pangan.

Lihat Jadwal Jerami Fest di Agenda Event
Poster Resmi Jerami Fest 5 Pangebatan Karanglewas Banyumas
Jerami Fest 5 • 19 September 2026
EDISI KE-5 RESMI19 September 2026Pukul 19.30 WIB

JERAMI FEST 5: Memayu Hayuning Bawono

"Nandur katresnan ngrumat ibu Pertiwi"

Pesta kebudayaan rakyat dan ruwat bumi Desa Pangebatan kembali digelar. Menghadirkan pementasan teater kolosal bersama Ki Titut Cowongsewu berkolaborasi dengan seniman Banyumas (Tri Indarwati, Trika, Eka Risma, Sekar, Sandy Ujung Kuku, Rodjie Band, Sugiarto, Emir, Nadya, Sabar Laras, Ambarwati, Yono Biola Hitam, Wanita Berkebaya Indonesia, dan Remaja RW 06 Pangebatan).

Titik Pelaksanaan:Lapangan Desa PangebatanKaranglewas, Banyumas
Akses Masuk:Gratis & Terbuka untuk UmumPesta Budaya Rakyat Terbuka
01. Memuliakan Limbah Tani

Instalasi Jerami Raksasa

Batang padi kering yang biasanya dibakar diubah menjadi aneka patung binatang dan figur raksasa di tengah hamparan sawah, membuktikan sampah pertanian punya nilai estetika tinggi.

02. Kreativitas Warga

Lomba Wong-Wongan Sawah

Seluruh rukun tetangga dan pemuda desa berlomba menciptakan orang-orangan sawah (memedi sawah) berkarakter lucu, satiris, dan sarat nasihat kehidupan pedesaan.

03. Ruwat & Panggung Rakyat

Kirab Gunungan & Cowongan

Puncak festival diisi kirab tumpeng hasil bumi, pementasan teater kolosal Cowong Sewu, panggung calung Banyumasan, dan puluhan stan kuliner tradisional UMKM warga desa.

Dokumentasi Foto Suasana Jerami Fest di Lapangan Pangebatan

Lihat Semua Foto di Galeri ↓
Ki Titut Edi Purwanto Membuka Jerami Fest 4

Ki Titut di Jerami Fest 4

Liputan Serayu News

Mbah Titut di Panggung Utama Jerami Fest Bersama Bupati

Mbah Titut di Panggung Utama

Pentas Pangebatan

Aksi Seni Melukis Mbah Titut Nini Cowong dalam Kanvas

Laku Kanvas Mbah Titut

Pentas Lapangan Desa

Aksi Teatrikal Mbah Titut di Pekan Kebudayaan Nasional

Teater Cowongan Mbah Titut

Pekan Kebudayaan

Agenda Mendatang • Panggung & Festival Tradisi

Agenda Pementasan Budaya Terdekat

Ikuti jadwal pertunjukan Padepokan Cowong Sewu dan amankan kehadiran Anda melalui portal Agenda Event.

Buka Agenda Event Lengkap
Pentas Tradisi19 September 2026

Jerami Fest 5: Memayu Hayuning Bawono

Perhelatan akbar tahunan Jerami Fest 5 bertema 'Memayu Hayuning Bawono: Nandur katresnan ngrumat ibu Pertiwi'. Menampilkan instalasi jerami kolosal dan performance art akbar bersama Titut Cowongsewu dan belasan seniman Banyumas.

📍 Lapangan Desa Pangebatan KaranglewasRincian Acara →
✦ Sambung Rasa & Sowan ✦

Menyambung Rasa di Padepokan

Pintu Padepokan Seni Cowong Sewu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi, belajar kriya wayang cumplung, atau bertukar pikiran tentang kebudayaan.

Alamat Lengkap Padepokan:

Desa Pangebatan, RT 02 / RW 03, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161

Catatan Sowan Budaya:

Kunjungan sanggar terbuka untuk sarasehan, riset kebudayaan, dan silaturahmi seni.